Minggu, 16 November 2014

Pengendalian Internal Menurut COSO

COSO (Committee of Sponsoring Organizations) dibentuk pada tahun 1985 untuk mensponsori Komisi Nasional atas kecurangan laporan keuangan, dengan mempelajari & melaporkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecurangan laporan keuangan.

COSO sendiri terdiri dari 5 lembaga profesional keuangan di Amerika serikat yaitu :
  1. 1.      The Institute of Internal Auditors
  2. 2.      American Institute of Certified Public Accountants
  3. 3.      American Accounting Association
  4. 4.      Institute of Management Accountants
  5. 5.      Financial Executives Institute

Pengendalian Internal menurut COSO (Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission) adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh dewan direksi, manajemen, dan personel lainnya dalam suatu entitas, yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang memadai berkenaan dengan pencapaian  tujuan dalam kategori keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, serta efektifitas dan efisiensi operasi.

Unsur Pengendalian Intern

Menurut COSO terdapat lima komponen pengendalian intern yang saling berhubungan, yaitu:

  1. 1.      Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian merupakan dasar bagi komponen Pengendalian Internal lainnya, memberikan disiplin dan struktur. Lingkungan Pengendalian (Control Environment), menciptakan suasana pengendalian dalam suatu organisasi dan mempengaruhi kesadaran personil organisasi tentang pengendalian. Lingkungan pengendalian memiliki tujuh komponen,  yaitu:

a.       Integritas dan nilai-nilai etik
b.      Komitmen pada kompetensi
c.       Falsafah manajemen
d.      Struktur organisasi
e.       Dewan Komisaris  dan Komite Audit yang efektif
f.        Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab
g.       Kebijakan  dan prosedur kepegawaian

  1. 2.      Penilaian Resiko

Pengidentifikasian dan analisis entitas mengenai risiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan entitas, yang membentuk suatu dasar mengenai bagaimana risiko harus dikelola. Karena kondisi ekonomi, industri, regulasi, dan operasi selalu berubah, maka diperlukan mekanisme untuk mengidentifikasi dan menghadapi resiko-resiko spesial terkait dengan perubahan tersebut.

  1. 3.      Aktifitas Pengendalian

Aktivitas Pengendalian (Control Activities), yaitu kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen dilaksanakan. Control Activities membantu meyakinkan bahwa tindakan yang diperlukan telah diambil dalam menghadapi resiko sehingga tujuan entitas dapat tercapai.

Aktivitas pengendalian memiliki lima komponen, yaitu:

a.       Pemisahan tugas yang memadai
b.      Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas
c.       Dokumen dan catatan yang memadai
d.      Pengendalian atas aktiva dan catatan
e.       Pengecekan independen dan pelaksanaan

  1. 4.      Informasi dan Komunikasi

Merupakan pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan kerangka waktu yang membuat orang mampu melaksanakan tanggung jawabnya.

  1. 5.      Pemantauan

Pemantauan (Monitoring), yaitu proses penilaian mutu kinerja sistem pengendalian intern, sepanjang waktu. Sistem pengendalian internal perlu diawasi, sebuah proses untuk menentukan kualitas performa sistem dari waktu ke waktu. Monitoring dapat berjalan dengan baik melalui kegiatan pengawasan yang berkesinambungan, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar